Disuruh blajar..malah kyk gini...! wkwkwkkw<?
-=[ "WELCOME TO MY WEBSITE"_______SALAM KOMPAK SELALU_______HORAS MA DIHITA SUDE BATAK ______ thanks for visit this blog ®®®® ]=-
Sabtu, 19 Januari 2013
Puisi Kenangan masa lalu
Sahabat…
walau kau jauh disana
walau kita kini terpisah
oleh jarak dan waktu
tapi kau selalu ada dihati ini
walau kau jauh disana
walau kita kini terpisah
oleh jarak dan waktu
tapi kau selalu ada dihati ini
Dulu hampir setiap malam
kita pergi berjalan
kita berjalan di tengah gelapnya malam
dengan tuntunan cahaya bintang
kaki melangkah menyusuri jalan
kita pergi berjalan
kita berjalan di tengah gelapnya malam
dengan tuntunan cahaya bintang
kaki melangkah menyusuri jalan
Saat kita lelah berjalan
kita duduk disebuah kayu
yang mulai membusuk
kita menatap kelangit
memejamkan mata dan menaruh harapan
kita duduk disebuah kayu
yang mulai membusuk
kita menatap kelangit
memejamkan mata dan menaruh harapan
Saat aku melihatmu
aku tersenyum
namun dalam hatiaku berkata apakah suatu saat
aku masi bisa tersenyum
apa mungkin ini hanya akan
menjandi kenangan masa lalu
jika kita dewasa nanti
aku takut jika hal itu terjadi
aku takut kau melupakanku
menjandi kenangan masa lalu
jika kita dewasa nanti
aku takut jika hal itu terjadi
aku takut kau melupakanku
dalam hal nyata aku berkata
biarlah TUHAN yang menjawab semuanya
biarlah TUHAN yang menjawab semuanya
Karya : Betrick Natalia
Kamis, 17 Januari 2013
Rabu, 16 Januari 2013
Penantian cintaku(catatanku)
Cinta adalah sebuah anugerah
Laksana permata menghiasi sang bunga
Penantian hanya sebuah ilusi pembuktian cinta
Tak ada kata terukir selain menunggu
Menunggu akan hadir cintamu kepadaku
Entah...
Sampai kapan rasa ini bertahan
Setia untuk dirimu
Kuat hati yang teguh kan menjaga
Semua kepasrahan keyakinan adalah harapan
Aku menanti sebuah cinta darimu
Laksana permata menghiasi sang bunga
Penantian hanya sebuah ilusi pembuktian cinta
Tak ada kata terukir selain menunggu
Menunggu akan hadir cintamu kepadaku
Entah...
Sampai kapan rasa ini bertahan
Setia untuk dirimu
Kuat hati yang teguh kan menjaga
Semua kepasrahan keyakinan adalah harapan
Aku menanti sebuah cinta darimu
Disini...
Rangkaian mini amplifier 386-amp berbasis 9v baterai
ini adalah rangkaian amplifier yg kecil,komponen yg dibutuhkan pun hanya sedikit.
baiklah lang kita lihat penampakannya............
Daftar komponen:
- IC LM-386=1buah
- Capacitor 220 Mf =1buah
- Capacitor 100Mf =1buah
- Resistor 1M5 =1buah
- Resistor 3K9 =1buah
- Capacitor 47n =2buah
- Transistor Mpf102 =1buah
- potensiometer(sebagai volume)
Sabtu, 12 Januari 2013
jenis jenis resistor
Pada awalnya, resistor hanya ada dua macam, yakni resistor tetap (fixed resistor) dan resistor tidak tetap (variable resistor).
Untuk resistor tetap, ciri - cirinya adalah nilai resistansinya tidak dapat diubah - ubah karena pabrik pembuatnya telah menentukan nilai tetap dari resistor tersebut. Sedangkan, untuk variable resistor, ciri - cirinya adalah nilai resistansinya dapat berubah-ubah, bisa jadi dirubah dengan sengaja atau berubah sendiri karena pengaruh lingkungan. Dengan demikian, sebagian resistor variabel dapat kita tentukan besar resistansinya.
Macam - macam resistor tetap (fixed resistor):
Macam - macam resistor variabel (variable resistor):
TERIMAKASIH
salam dari saya
" Feri Sinaga "
| Resistor | |
|---|---|
Resistor Tetap (Fixed Resistor):
1. Resistor Kawat 2. Resistor Batang Karbon 3. Resistor Keramik atau Porselin 4. Resistor Film Karbon 5. Resistor Film Metal |
Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor):
1. Potensiometer 2. Potensiometer Geser 3. Trimpot 4. NTC dan PTC 5. LDR |
Untuk resistor tetap, ciri - cirinya adalah nilai resistansinya tidak dapat diubah - ubah karena pabrik pembuatnya telah menentukan nilai tetap dari resistor tersebut. Sedangkan, untuk variable resistor, ciri - cirinya adalah nilai resistansinya dapat berubah-ubah, bisa jadi dirubah dengan sengaja atau berubah sendiri karena pengaruh lingkungan. Dengan demikian, sebagian resistor variabel dapat kita tentukan besar resistansinya.
Macam - macam resistor tetap (fixed resistor):
| 1. Resistor Kawat | |
|---|---|
![]() | Resistor kawat adalah jenis resistor generasi pertama yang lahir pada saat rangkaian elektronika masih menggunakan tabung hampa (vacuum tube). Bentuknya bervariasi dan memiliki ukuran yang cukup besar. Resistor kawat ini biasanya banyak dipergunakan dalam rangkaian power karena memiliki resistansi yang tinggi dan tahan terhadap panas yang tinggi. Jenis lainnya yang masih dipakai sampai sekarang adalah jenis resistor dengan lilitan kawat yang dililitkan pada bahan keramik, kemudian dilapisi dengan bahan semen. Rating daya yang tersedia untuk resistor jenis ini adalah dalam ukuran 1 watt, 2 watt, 5 watt, dan 10 watt. Ilustrasi dari resistor kawat dapat dilihat pada gambar di samping. |
| 2. Resistor Batang Karbon (Arang) | |
![]() | Pada awalnya, resistor ini dibuat dari bahan karbon kasar yang diberi lilitan kawat yang kemudian diberi tanda dengan kode warna berbentuk gelang dan pembacaannya dapat dilihat pada tabel kode warna. Jenis resistor ini juga merupakan jenis resistor generasi awal setelah adanya resistor kawat. Sekarang sudah jarang untuk dipakai pada rangkaian – rangkaian elektronika. Bentuk dari resistor jenis ini dapat dilihat pada gambar di samping. |
| 3. Resistor Keramik atau Porselin | |
![]() | Dengan adanya perkembangan teknologi di bidang elektronika, saat ini telah dikembangkan jenis resistor yang terbuat dari bahan keramik atau porselin. Kemudian, dengan perkembangan yang ada, telah dibuat jenis resistor keramik yang dilapisi dengan kaca tipis. Jenis resistor ini telah banyak digunakan dalam rangkaian elektronika saat ini karena bentuk fisiknya kecil dan memiliki resistansi yang tinggi. Resistor ini memiliki rating daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt. Bentuk dari resistor ini dapat dilihat pada gambar di samping. |
| 4. Resistor Film Karbon | |
![]() | Resistor film karbon ini adalah resistor hasil pengembangan dari resistor batang karbon. Sejalan dengan perkembangan teknologi, para produsen komponen elektronika telah memunculkan jenis resistor yang dibuat dari bahan karbon dan dilapisi dengan bahan film yang berfungsi sebagai pelindung terhadap pengaruh luar. Nilai resistansinya dicantumkan dalam bentuk kode warna. Resistor ini juga sudah banyak digunakan dalam berbagai rangkaian elektronika karena bentuk fisiknya kecil dan memiliki resistansi yang tinggi. Namun, untuk masalah ukuran fisik, resistor ini masih kalah jika dibandingkan dengan resistor keramik. Resistor ini memiliki rating daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt. Bentuk dari resistor ini dapat dilihat pada gambar di samping. |
| 5. Resistor Film Metal | |
![]() | Resistor film metal dibuat dengan bentuk hampir menyerupai resistor film karbon. Resistor tahan terhadap perubahan temperatur. Resistor ini juga memiliki tingkat kepresisian yang tinggi karena nilai toleransi yang tercantum pada resistor ini sangatlah kecil, biasanya sekitar 1% atau 5%. Jika dibandingkan dengan resistor film karbon, resistor film metal ini memiliki tingkat kepresisian yang lebih tinggi dibandingkan dengan resistor film karbon karena resistor film metal ini memiliki 5 buah gelang warna, bahkan ada yang 6 buah gelang warna. Sedangkan, resistor film karbon hanya memiliki 4 buah gelang warna. Resistor film metal ini sangat cocok digunakan dalam rangkaian – rangkaian yang memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi, seperti alat ukur. Resistor ini memiliki rating daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt. Bentuk dari resistor ini dapat dilihat pada gambar di samping. |
Macam - macam resistor variabel (variable resistor):
| 1. Potensiometer | |
|---|---|
![]() | Potensiometer merupakan variable resistor yang paling sering digunakan. Pada umumnya, potensiometer terbuat dari kawat atau karbon. Potensiometer yang terbuat dari kawat merupakan potensiometer yang telah lama lahir pada generasi pertama pada waktu rangkaian elektronika masih menggunakan tabung hampa (vacuum tube). Potensiometer dari kawat ini memiliki bentuk yang cukup besar, sehingga saat ini sudah jarang ada yang memakai potensiometer seperti ini. Pada saat ini, potensiometer lebih banyak terbuat dari bahan karbon. Ukurannya pun lebih kecil, namun dengan resistansi yang besar. Gambar di samping adalah potensiometer yang terbuat dari bahan karbon. Pada umumnya, perubahan resistansi pada potensiometer terbagi menjadi 2, yakni linier dan logaritmik. Yang dimaksud dengan perubahan secara linier adalah perubahan nilai resistansinya sebanding dengan arah putaran pengaturnya. Sedangkan, yang dimaksud dengan perubahan secara logaritmik adalah perubahan nilai resistansinya berdasarkan perhitungan logaritmik. Pada umumnya, potensiometer logaritmik memiliki perubahan resistansi yang cukup unik karena nilai maksimal dari resistansi diperoleh ketika kita telah melakaukan setengah kali putaran pada pengaturnya. Sedangkan, nilai minimal diperoleh saat pengaturnya berada pada titik nol atau titik maksimal putaran. Untuk dapat mengetahui apakah potensiometer tersebut linier atau logaritmik, dapat dilihat huruf yang tertera di bagian belakang badannya. Jika tertera huruf B, maka potensiometer tersebut logaritmik. Jika huruf A, maka potensiometer linier. Pada umumnya, nilai resistansi juga tertera pada bagian depan badannya. Nilai yang tertera tersebut merupakan nilai resistansi maksimal dari potensiometer. |
| 2. Potensiometer Geser | |
![]() | Potensiometer geser merupakan kembaran dari potensiometer yang telah dibahas di atas. Perbedaannya adalah cara mengubah nilai resistansinya. Pada potensiometer yang telah dibahas di atas, cara mengubah nilai resistansinya adalah dengan cara memutar gagang yang muncul keluar. Sedangkan, untuk potensiometer geser, cara mengubah nilai resistansinya adalah dengan cara menggeser gagang yang muncul keluar. Bentuk dari potensiometer geser dapat dilihat pada gambar di samping. Pada umumnya, bahan yang digunakan untuk membuat potensiometer ini adalah karbon. Adapula yang terbuat dari kawat, namun saat ini sudah jarang digunakan karena ukurannya yang besar. Pada potensiometer geser ini, perubahan nilai resistansinya hanyalah perubahan secara linier. Bentuk potensiometer geser dapat dilihat pada gambar di atas dengan komponen yang ditengah. |
| 3. Trimpot | |
![]() | Trimpot adalah kependekan dari Tripotensiometer. Sifat dan karakteristik dari trimpot tidak jauh beda dengan potensiometer. Hanya saja, trimpot ini memiliki ukuran yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan potensiometer. Perubahan nilai resistansinya juga dibagi menjadi 2, yakni linier dan logaritmik. Huruf B yang tertera pada trimpot menyatakan perubahan nilai resistansinya secara logaritmik, sedangkan huruf A untuk perubahan secara linier. Untuk mengubah nilai resistansinya, kita dapat memutar lubang tengah pada badan trimpot dengan menggunakan obeng. Bentuk trimpot dapat dilihat pada gambar di samping. |
| 4. NTC dan PTC | |
![]() | NTC (Negative Temperature Coefficient) dan PTC (Positive Temperature Coefficient) merupakan resistor yang nilai resistansinya berubah jika terjadi perubahan temperatur di sekelilingnya. Untuk NTC, nilai resistansi akan naik jika temperatur sekelilingnya turun. Sedangkan, nilai resistansi PTC akan naik jika temperatur sekelilingnya naik. Kedua komponen ini sering digunakan sebagai sensor untuk mengukur suhu atau temperatur daerah di sekelilingnya. Bentuk NTC dan PTC dapat dilihat pada gambar di samping. |
| 5. LDR | |
![]() | LDR (Light Dependent Resistor) merupakan resistor yang nilai resistansinya berubah jika terjadi perubahan intensitas cahaya di daerah sekelilingnya. Pada prinsipnya, intensitas cahaya yang besar mampu mendorong elektron untuk menembus batas – batas pada LDR. Dengan demikian, nilai resistansi LDR akan naik jika intensitas cahaya yang diterimanya sedikit atau kondisi sekelilingnya gelap. Sedangkan, nilai resistansi LDR akan turun jika intensitas cahaya yang diterimanya banyak atau kondisi sekelilingnya terang. LDR sering digunakan sebagai sensor cahaya, khususnya sebagai sensor cahaya yang digunakan pada lampu taman. Bentuk LDR dapat dilihat pada gambar di atas. |
TERIMAKASIH
salam dari saya
" Feri Sinaga "
Cara Menghitung Nilai Resistor
Dulu resistor kalo gk salah hanya terdiri dari 4 gelang warna dan 5 gelang warna,tapi sudah muncul yang 6 gelang warna.
Sekarang kita akan membahas bagaimana cara menghitung nilai hambatan dari jenis resistor film kabon atau resistor film metal, karena dari jenis resistor itulah resistor yang menggunakan pita atau gelang warna sebagai penanda besar hambantannya, satu resistor bisa mempunyai 4 pita, 5 pita atau 6 pita.
Cara perhitungan hambatan resistor dapat diwakilkan oleh gambar berikut:
Sekarang kita akan membahas bagaimana cara menghitung nilai hambatan dari jenis resistor film kabon atau resistor film metal, karena dari jenis resistor itulah resistor yang menggunakan pita atau gelang warna sebagai penanda besar hambantannya, satu resistor bisa mempunyai 4 pita, 5 pita atau 6 pita.
Cara perhitungan hambatan resistor dapat diwakilkan oleh gambar berikut:
Terjemahan dari gambar di atas kira-kira sebagai berikut:
- Untuk resistor 4 pita, pita ke-1 adalah nilai digit ke-1, pita ke-2 adalah nilai digit ke-2, pita ke-3 adalah faktor pengali, dan pita ke-4 adalah nilai toleransi.
- Untuk resistor 5 pita, pita ke-1 adalah nilai digit ke-1, pita ke-2 adalah nilai digit ke-2, pita ke-3 adalah nilai digit ke-3, pita ke-4 adalah faktor pengali, dan pita ke-5 adalah nilai toleransi.
- Untuk resistor 6 pita, pita ke-1 adalah nilai digit ke-1, pita ke-2 adalah nilai digit ke-2, pita ke-3 adalah nilai digit ke-3, pita ke-4 adalah faktor pengali, pita ke-5 adalah nilai toleransi, dan pita ke-6 adalah koefisien temperatur
Tabel Kode Warna Resistor
| Warna | Nilai Untuk Digit ke 1, 2 atau 3 | Faktor Pengali | Toleransi | Koefisien Temperatur |
|---|---|---|---|---|
| Hitam | 0 | 100 | - | - |
| Coklat | 1 | 101 | ±1%(F) | 100 ppm |
| Merah | 2 | 102 | ±2%(G) | 50 ppm |
| Oranye | 3 | 103 | - | 15 ppm |
| Kuning | 4 | 104 | - | 25 ppm |
| Hijau | 5 | 105 | ±0,5%(D) | - |
| Biru | 6 | 106 | ±0,25%(C) | - |
| Ungu | 7 | 107 | ±0,1%(B) | - |
| Abu-abu | 8 | 108 | ±0,05%(A) | - |
| Putih | 9 | 109 | - | - |
| Emas | - | 10-1 | ±5%(J) | - |
| Perak | - | 10-2 | ±10%(K) | - |
| Kosong | - | 10-2 | ±20%(M) | - |
Oke, akan lebih faham kalau kita praktekkan langsung,
- Contoh Menghitung Nilai Resistor 4 pita
Misalkan kita punya resistor 4 pita seperti gambar di bawah ini:
Mana yang merupakan pita pertama dan mana yang merupakan pita terakhir? Coba perhatikan bentuk fisik sebuah resistor. Bentuk fisik resistor dapat kita bgi menjadi 2 ujung resistor (awal dan akhir resistor) dan 1 badan resistor (di tengah resistor atau di antara kedua ujung resistor). Pada resistor 4 pita, pita pertama selalu terletak pada salah satu ujung resistor, berarti pada kasus ini pita pertama adalah merah, pita kedua adalah coklat, pita ketiga adalah kuning dan pita keempat adalah hijau.
Pita pertama adalah nilai digit pertama yaitu 2, pita kedua adalah nilai digit kedua yaitu 1, pita ketiga adalah faktor pengali yaitu 104 atau 10000, dan pita keempat adalah nilai toleransi yaitu ± 0.5%, sehingga nilai resistor tersebut adalah 210000 ± 0.5 % atau 210k ± 0.5%.
210k + 0.5 % = 211050
210k – 0.5 % = 208950
Jadi resistor tersebut mempunyai nilai R maks = 211050 Ω dan R min = 208950 Ω - Contoh Menghitung Nilai Resistor 5 pita
Misalkan kita punya resistor 5 pita seperti gambar di bawah ini:
Pada resistor 5 pita, pita pertama selalu terletak pada salah satu ujung resistor, berarti pada kasus ini pita pertama adalah hijau, pita kedua adalah hitam, pita ketiga adalah kuning, pita keempat adalah merah , dan pita kelima adalah emas.
Pita pertama adalah nilai digit pertama yaitu 5, pita kedua adalah nilai digit kedua yaitu 0, pita ketiga adalah nilai digit ketiga yaitu 4, pita keempat adalah faktor pengali yaitu 102 atau 100, dan pita keempat adalah nilai toleransi yaitu ± 5%, sehingga nilai resistor tersebut adalah 50400 ± 5% atau 50.4k ± 5%
50.4k + 5% = 52920
50.4k – 5% = 47880
Jadi resistor tersebut mepunyai R maks = 52920 Ω dan R min = 47880 Ω - Contoh Menghitung Nilai Resistor 6 pita
Misalkan kita punya resistor 6 pita seperti gambar di bawah ini:
Untuk menentukan mana pita pertama dan mana pita terkahir pada resistor 6 pita ini sedikit berbeda dengan resistor 4 pita dan resistor 5 pita. Untuk resistor 6 pita ini kita menandakan pita terakhir dengan warna pita yang mungkin digunakan untuk koefisien temperatur. Warna yang mungkin digunakan untuk koefisien temperatur adalah coklat, merah, oranye, dan kuning. Jika terdapat salah satu warna ini pada ujung resistor maka kemungkinan besar itu adalah merupakan pita terkahir. Jika ternyata warna pita pada ujung lainnya juga antara coklat, merah, oranye atau kuning, maka tandakanlah warna pita kedua dari kedua ujung, mana warna yang mungkin digunakan untuk toleransi dan mana warna pita yang tidak mungkin digunakan untuk toleransi. Warna pita yang tidak mungkin digunakan untuk toleransi adalah hitam, oranye, kuning, dan putih. Jika terdapat salah satu warna dari hitam, oranye, kuning, atau putih pada pita kedua dari kedua ujung resistor, maka pita ini merupakan pita ke-2, bukan merupakan pita ke-5.
Dengan penerapan di atas didapat bahwa pada contoh resistor 6 pita kita kali ini, pita pertama adalah ungu, pita kedua adalah hijau, pita ketiga adalah kuning, pita keempat adalah coklat, pita kelima adalah coklat, dan pita keenam adalah merah.
Pita pertama adalah nilai digit pertama yaitu 7, pita kedua adalah nilai dari digit kedua yaitu 5, pita ketiga adalah nilai dari digit ketiga yaitu 4, pita keempat adalah faktor pengali yaitu 101 atau 10, pita kelima adalah nilai toleransi yaitu ± 1%, dan pita keenam adalah nilai koefisien temperatur yaitu 50 ppm, sehingga nilai resistor tersebut adalah 7540 ± 1% dengan koefisien temperatur 50 ppm.
Langganan:
Postingan (Atom)
Home













